(TEN MYTHS ABOUT ISRAEL) Ilan Pappé - IBRAHIM DZAKWAN

 


I. IDENTITAS BUKU

● Judul Buku : Ten Myths About Israel: Menguak Mitos dan Propaganda (Judul

terjemahan Indonesia)

● Pengarang : Ilan Pappé

● Penerbit : Verso Books (Asli) / Amzah (Terjemahan Indonesia) / Bumi Aksara

● Tahun Terbit : 2017 (Asli) / 2020-2025 (Terjemahan, bervariasi)

● Kota Terbit : Brooklyn, NY, Amerika Serikat (Asli) / Jakarta/Yogyakarta (Terjemahan)

● Jumlah Halaman : 192 halaman (Edisi Asli) / xxvi + 260 halaman (Terjemahan Indonesia)

● ISBN : 978-1786630193 (Asli) / 9786021164068 (Terjemahan, bervariasi)

II. PENDAHULUAN

"Palestina adalah tanah tak bertuan, untuk kaum yang tak bertanah." Kutipan propaganda

Zionis ini adalah salah satu mitos paling fundamental yang dibedah habis oleh sejarawan Israel

yang lantang, Ilan Pappé, dalam bukunya "Ten Myths About Israel". Buku ini lahir sebagai

respons kritis terhadap narasi historis yang selama ini didominasi oleh sudut pandang Zionis,

yang terus menerus diperkuat oleh media Barat dan diterima begitu saja oleh komunitas

internasional. Pappé, melalui data arsip dan riset historis, memilih buku ini untuk dirensensi

karena ia menawarkan koreksi radikal terhadap klaim-klaim pembentukan Israel modern.

Tujuannya adalah untuk membongkar ide-ide propaganda yang telah mengokohkan status quo

pendudukan di Palestina selama puluhan tahun, menantang pembaca untuk melihat konflik

Palestina-Israel dari kacamata yang lebih faktual dan berani.

III. ISI RESENSI

a. Ringkasan Isi Buku

Buku ini secara sistematis membongkar sepuluh mitos utama yang menjadi fondasi ideologi

dan narasi sejarah negara Israel. Mitos-mitos ini dibagi menjadi tiga bagian: Kekeliruan Masa

Lalu, Kekeliruan Masa Kini, dan Masa Depan.

Beberapa mitos yang dibedah, antara lain:

1. Mitos 1: Palestina adalah tanah tak bertuan. Pappé menunjukkan bahwa Palestina

adalah masyarakat Arab yang hidup makmur sebelum Zionisme muncul.

2. Mitos 5: Rakyat Palestina secara sukarela meninggalkan tanah air mereka pada

tahun 1948. Pappé, yang juga penulis buku The Ethnic Cleansing of Palestine,

membuktikan bahwa eksodus massal tersebut adalah hasil dari rencana pembersihan

etnis yang disengaja.

3. Mitos 6: Perang Juni 1967 adalah "perang tanpa pilihan" bagi Israel. Pappé mengutip

sumber-sumber Israel sendiri yang mengakui bahwa perang tersebut adalah pilihan

serangan pertama.

4. Mitos 10: Solusi Dua Negara (Two-States Solution) adalah satu-satunya jalan ke

depan. Pappé menjelaskan mengapa solusi ini tidak lagi relevan dan mengusulkan

alternatif, yaitu negara tunggal (One-State Solution).

Secara garis besar, buku ini menyajikan bantahan ilmiah terhadap klaim-klaim Zionis, mulai dari

asal-usul, pendirian Zionisme sebagai gerakan kolonial, hingga kegagalan perjanjian damai di

era modern.

b. Analisis dan Ulasan

Kelebihan utama buku "Ten Myths About Israel" adalah keberanian dan objektivitas

historis penulisnya. Sebagai seorang sejarawan Yahudi-Israel, Pappé memiliki akses dan

kredibilitas untuk menantang narasi establishment negaranya sendiri, menjadikan

argumen-argumennya sangat kuat. Bahasa yang digunakan padat, lugas, dan terstruktur

dengan baik, di mana setiap bab fokus pada pembongkaran satu mitos. Buku ini berfungsi

sebagai panduan ringkas dan kuat bagi siapapun yang ingin memahami akar konflik secara

mendalam.

Kekurangan buku ini, bagi pembaca awam, mungkin terletak pada kekentalan isu-isu politik

dan terminologi historis yang membutuhkan konsentrasi ekstra. Selain itu, karena buku ini

bersifat kontra-narasi yang radikal, pembaca yang terbiasa dengan narasi konvensional

mungkin akan merasa terkejut atau memerlukan buku pelengkap sebagai pembanding. Namun,

kekurangan ini tidak mengurangi nilai esensial buku sebagai sumber yang sangat penting

Dalam historiografi konflik Timur Tengah.

c. Kutipan Penting

● "We decided to attack them. There was no danger of annihilation." (Mengutip mantan

Perdana Menteri Israel, Menachem Begin, mengenai Perang 1967. Kutipan ini secara

lugas membantah Mitos 6 bahwa perang adalah 'tanpa pilihan').

● "The ultimate aim of the Zionist movement before 1948 was to take as much of

Palestine as possible with as few [existing] inhabitants as was practical." (Kalimat

yang merangkum hakikat Zionisme sebagai proyek kolonial yang berorientasi pada

pemindahan penduduk pribumi).

IV. PENUTUP

"Ten Myths About Israel" adalah buku yang sangat penting dan wajib dibaca bagi mereka

yang ingin menembus dinding propaganda dan memahami konflik Israel-Palestina dari sudut

pandang berbasis bukti sejarah. Pappé tidak hanya meruntuhkan narasi yang ada, tetapi juga

menyajikan sebuah kerangka berpikir baru untuk mencapai solusi yang adil.

Buku ini sangat direkomendasikan untuk:

1. Siswa tingkat SMA

2. Mahasiswa Hubungan Internasional, Sejarah, Ilmu Politik, baik jurusan

3. Aktivis dan Jurnalis yang meliput isu Timur Tengah.

4. Masyarakat Umum yang ingin mendapatkan pemahaman otentik dan kritis tentang

konflik Israel-Palestina.

Buku ini merupakan langkah pertama yang krusial untuk mengakhiri kekeliruan sejarah dan

mengarahkan diskusi menuju realitas yang lebih jujur.

V. IDENTITAS PERESENSI

Resensi ini disusun oleh Ibrahim Dzakwan Fadlurrahman, seorang Siswa SMA MARTIA BHAKTI

dari Kelas XII.5. Resensi ini bertujuan untuk mendorong literasi kritis terhadap sejarah modern dan

politik global.


Komentar