TEH DAN PENGKHIANAT(Iksaka Banu) - SHAKILA



I.                     IDENTITAS BUKU

·       Judul Buku                        : TEH DAN PENGKHIANAT

·       Pengarang                        : Iksaka Banu

·       Penerbit                            : Kepustakaan Populer Gramedia (KPG)

·       Tahun Terbit                     : 2019

·       Kota Terbit                        : Jakarta

·       Jumlah Halaman              : 164 Halaman

·       ISBN                                   : 978-602-481-137-2

 

II.                   PENDAHULUAN

Buku ini menyajikan 13 cerita pendek yang mengambil latar belakang sejarah Hindia Belanda. Iksaka Banu, yang dikenal dengan ketelitiannya dalam riset sejarah, menghadirkan sudut pandang unik dari tokoh-tokoh yang sering terlupakan dalam sejarah, seperti kaum bumiputra. Melalui penceritaan yang kuat dan narasi yang terperinci, buku ini membawa pembaca merasakan nuansa masa lalu dengan cara yang tidak membosankan.

 

III.                 ISI RESENSI

a.       Ringkasan Isi Buku

Teh dan pengkhianat adalah kumpulan 13 cepren. Sudut pandang yang diambil dari 13 cerpennnya adalah dari sisi orang Belanda Totok maupun Mestizo dengan berbagai latar belakang. Pada bagian awal buku ini ada kisah berjudul Kalabaka. Tulisan tersebut mengangkat fakta sejarah terkait pembantaian orang-orang Banda Neira di Maluku (Banda) yang dilakukan oleh tentara.

b.       Analisis dan Ulasan

Buku ini memiliki beberapa sudut padang dari berbagai cerpen. Buku ini tidak berfokus pada tokoh-tokoh besar sejarah, melainkan pada orang-orang biasa di masa lalu. Pendekatan ini memberikan perspektif baru yang lebih manusiawi dan menyentuh. Serta Gaya narasi Iksaka Banu dinilai mampu menghanyutkan pembaca ke dalam cerita, membuat mereka seolah-olah menjadi saksi langsung dari setiap peristiwa yang digambarkan. Menurut saya, kekurangan buku ini hanyalah karena buku ini terdiri tas Kumpulan-kumpulan cerpen, maka kurang cocok untuk pembaca yang menyukai satu alur Panjang seperti novel.

c.       Kutipan Penting

”Aku ingin menjadi seorang Santo, yang bisa begitu dekat bahkan bercakap dengan Tuhan lantaran kesalehan hati mereka. Yang bisa membuat, kata-kanlah, kepatuhan semesta lewat kata-kata bijak dan sedikit mujizat. Lalu mati, masuk surga." (Halaman 70, Lazarus Tak Ada Di Sini)

 

IV.                PENUTUP

Secara keseluruhan, Teh dan Pengkhianat adalah pilihan yang sangat baik bagi penggemar fiksi sejarah dan cerita pendek yang mencari bacaan segar dan berbeda. Buku ini membawa banyak aspek-aspek kehidupan yang bisa diambil oleh pembaca.

 

V.                  IDENTITAS PERESENSI

Shakil 

Komentar