RESENSI BUKU ‘VOC DI NUSANTARA’ ( Adora Kinara) - Az-zahratussita



 1. Identitas Buku

  • Judul Buku: VOC di Nusantara Sebuah Sejarah Ringkas
  • Pengarang: Adora Kinara
  • Penerbit: DIVA Press
  • Tahun Terbit: 2025
  • Kota Terbit: Yogyakarta
  • Jumlah Halaman: 110 Halaman
  • ISBN: 978-623-189-575-2

      I.         PENDAHULUAN
Buku karya Adora Kinara ini berisi sejarah ringkas mengenai VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) saat berkuasa di Nusantara. Di dalamnya dijelaskan berbagai hal, mulai dari latar belakang pembentukan VOC hingga proses akulturasi budaya yang terjadi melalui kehadiran VOC di wilayah Nusantara.

Alasan penulis memilih buku ini sebagai bahan resensi adalah karena buku ini disajikan secara ringkas dan tidak terlalu tebal, sehingga mudah dibaca oleh berbagai kalangan. Selain itu, bahasa yang digunakan juga sederhana dan tidak terlalu baku, sehingga memudahkan pembaca dalam memahami isi dan makna yang ingin disampaikan oleh penulis. Penulis juga tertarik untuk meresensi buku ini karena isinya relevan dengan sejarah Indonesia, terutama dalam memahami jejak kolonialisme Belanda dan pengaruhnya terhadap perkembangan bangsa.

    II.         ISI RESENSI
a. Ringkasan isi buku
Vereenigde Oostindische Compagnie atau biasa disingkat VOC, merupakan sebuah kongsi dagang Belanda yang tidak hanya memengaruhi jalur perdagangan, tetapi juga meninggalkan jejak mendalam dalam kehidupan masyarakat Nusantara. Sistem monopoli perdagangan yang dilakukan, membentuk dinamika kehidupan yang dampaknya sangat besar bahkan untuk kehidupan saat ini.

Melalui kebijakan monopoli, persekongkolan politik, hingga eksploitasi sumber daya alam dan manusia, VOC meninggalkan warisan yang kompleks, yang bisa disebut kemajuan dan juga penderitaan. Buku ini hadir sebagai upaya untuk menggali lebih dalam peran dan pengaruh VOC selama kurang lebih dua abad di wilayah Nusantara.

VOC bukan sekadar perusahaan dagang, ia adalah simbol kekuatan ekonomi yang menjelma menjadi kekuatan politik dan militer, membentuk sistem kolonial yang kelak diwariskan kepada pemerintahan Hindia Belanda (Indonesia).

b. Analisis dan ulasan
Buku VOC di Nusantara karya Adora Kinara memiliki beberapa kelebihan, antara lain penyajiannya yang ringkas dan padat sehingga mudah dipahami, penggunaan bahasa yang sederhana dan tidak terlalu baku, serta struktur penulisan yang rapi dan sistematis. Buku ini juga relevan dengan sejarah Indonesia karena memberikan gambaran ringkas tentang pengaruh VOC terhadap kehidupan ekonomi, politik, dan budaya masyarakat Nusantara.

Namun, buku ini juga memiliki beberapa kelemahan. Karena ditulis secara ringkas, beberapa topik penting seperti perlawanan rakyat dan kebijakan ekonomi VOC tidak dibahas secara mendalam. Selain itu, minimnya sumber akademik dan kurangnya ilustrasi pendukung membuat buku ini terasa kurang lengkap bagi pembaca yang mencari kajian sejarah yang lebih mendetail.

c. Kutipan Penting
Ada beberapa kutipan menarik yang tercantum dalam buku Ini. Kutipan-kutipan ini menggambarkan secara jelas bagaimana VOC menjalankan kebijakan serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat Nusantara.

“Mereka juga menerapkan sistem ekstirpasi atau tebang rempah, yaitu kebijakan untuk menghancurkan tanaman rempah di luar wilayah yang mereka kuasai guna menjaga kelangkaan dan harga tetap tinggi di pasar Eropa.”
Kutipan ini menunjukkan bagaimana VOC menggunakan strategi ekonomi yang keras dan merugikan masyarakat lokal demi keuntungan besar di Eropa.

“Tim Mataram berhasil menyebarkan wabah kolera di Batavia dari Sungai Ciliwung yang akhirnya menyebabkan banyak orang Belanda terjangkit penyakit tersebut dan meninggal, termasuk salah satunya Jan Pieterszoon Coen yang meninggal pada tahun 1629 di Batavia.”
Kalimat ini menarik karena memperlihatkan bentuk perlawanan tidak langsung dari pihak pribumi terhadap VOC melalui cara yang unik pada masanya.

“Pengaruh mode dan pakaian juga menjadi akulturasi yang tidak bisa diabaikan. Gaya berpakaian Eropa yang diperkenalkan VOC diadaptasi oleh masyarakat lokal dengan modifikasi bahan dan desain. Misalnya kebaya encim yang merupakan pakaian khas yang muncul dari perpaduan mode Eropa dan tradisi Tionghoa di Batavia.”
Kutipan ini menyoroti sisi budaya dari kehadiran VOC, yaitu proses akulturasi yang melahirkan identitas baru dalam mode dan kehidupan masyarakat.

  III.         PENUTUP
Secara keseluruhan, buku VOC di Nusantara karya Adora Kinara merupakan bacaan yang informatif dan menarik untuk memahami perjalanan sejarah VOC di Indonesia. Dengan penyajian yang ringkas, bahasa yang mudah dipahami, serta pembahasan yang mencakup aspek ekonomi, politik, dan budaya, buku ini mampu memberikan gambaran jelas tentang pengaruh besar VOC terhadap kehidupan masyarakat Nusantara. Buku ini sangat layak dibaca oleh siswa, mahasiswa, maupun guru sejarah karena dapat menambah wawasan mengenai masa kolonial dengan cara yang tidak membosankan. Selain itu, buku ini juga cocok untuk pembaca umum yang ingin mengenal sejarah Indonesia secara ringan namun tetap berbobot.

IDENTITAS PERESENSI
Nama: Az-zahratussita
Kelas: XII.5

Komentar