MELINTASI KHATULISTIWA (Thomas H. Reid) - NAURAH
RESENSI BUKU MELINTASI KHATULISTIWA
I.
IDENTITAS
BUKU
·
Judul Buku : Melintasi Khatulistiwa
(Perjalanan Pelesir ke Tanah Jawa)
·
Pengarang : Thomas H. Reid
·
Penerbit : IRCiSoD
·
Tahun
Terbit : 2025
·
Kota
Terbit : Yogyakarta
·
Jumlah
Halaman : 108 halaman
·
ISBN : 978-623-8108-93-0
II.
PENDAHULUAN
“Jawa adalah tanah yang penuh pesona, sejarah, dan
konflik – jika seseorang melangkah dengan mata terbuka.” Dengan spirit itu, Melintasi
Khatulistiwa hadir sebagai catatan perjalanan—sebuah narasi yang tidak
sekadar mendeskripsikan panorama alam atau budaya, melainkan juga menyentuh
lapisan sejarah dan dinamika kolonial di Pulau Jawa. Saya memilih buku ini
karena ketertarikan pribadi terhadap tulisan perjalanan (travelogue) yang
berpadu dengan refleksi sejarah, serta karena antologi semacam ini cenderung memberi
warna lain terhadap cara kita memandang bagaimana orang asing melihat Indonesia
pada masa lampau.
III.
ISI
RESENSI
a.
Ringkasan
Isi Buku
Buku ini merupakan narasi perjalanan Thomas H. Reid di
Pulau Jawa pada awal abad ke-20. Reid memulai perjalanan dari Singapura ke
Batavia, lalu menyusuri beberapa wilayah di Jawa sambil mencatat pengalaman
pribadi, pengamatannya terhadap alam, masyarakat, budaya, dan pengaruh kolonial
Belanda. Dalam perjalanannya, Reid memerhatikan hal-hal seperti pelayanan
pelabuhan, arsitektur, adat-istiadat lokal, upacara keagamaan, dan keindahan
lanskap alam (pegunungan, pantai, kota). Dia juga menyoroti bagaimana Belanda
mengelola infrastruktur dan layanan publik, membandingkannya dengan standar
Inggris atau kolonial lain yang pernah ia temui.
b.
Analisis
dan Ulasan
Buku ini memiliki banyak kelebihan, terutama pada gaya
bahasa yang ringan dan naratif sehingga pembaca terasa ikut berkeliling bersama
penulis. Reid berhasil menghadirkan dokumentasi sejarah penting dengan
deskripsi yang tajam dan hidup, serta menampilkan pandangan yang jujur mengenai
kehidupan sosial di Jawa. Namun demikian, ada beberapa kekurangan, seperti
adanya bias orientalis karena pandangan penulis sebagai orang Eropa, serta
keterbatasan ruang yang membuat beberapa bagian terasa terlalu singkat dan
kurang mendalam. Selain itu, tidak adanya catatan tambahan dari editor membuat
pembaca modern perlu beradaptasi untuk memahami konteks kolonial yang digambarkan
Reid.
c.
Kutipan
Penting
“Saya heran mengapa begitu sedikit orang Inggris yang
datang ke Jawa, padahal keindahan alam dan keajaiban arkeologinya tiada
bandingnya di timur.”
“Dari Singapura menuju Batavia, laut berkilau seperti
kaca. Saat menjejak tanah Jawa, aroma rempah dan tanah basah seolah menyambut
siapa pun yang datang dengan rasa ingin tahu.”
IV.
PENUTUP
Secara keseluruhan, Melintasi Khatulistiwa adalah
bacaan yang menarik dan informatif. Buku ini menawarkan pandangan baru tentang
Jawa di masa kolonial dari kacamata penjelajah asing. Walau pendek dan kadang
bias kolonial, karya ini tetap berharga sebagai rekam jejak perjalanan sejarah
yang autentik. Untuk mereka yang tertarik pada sejarah lokal, sastra perjalanan,
pariwisata budaya, atau sekadar ingin menikmati deskripsi alam dan kisah
lintas-batas, buku ini sangat layak dibaca. Meskipun bukan karya akademis
mendalam, buku ini cocok untuk pembaca umum, pelajar, mahasiswa humaniora, dan
siapa saja yang suka meresapi nostalgia dan imaji masa lalu Nusantara.
V.
IDENTITAS
PERESENSI
Nama : Naurah Keza Amirah
Kelas : X11-5 / X11 IPS 1
Sekolah :
SMA MARTIA BHAKTI
Komentar
Posting Komentar