Mangir (Pramoedya ananta toer) - Fatira Khalisya
IDENTITAS BUKU
● Judul Buku : Mangir
● Pengarang : Pramoedya ananta
toer
● Penerbit : KPG (Kepustakaan
Populer Gramedia)
● Tahun Terbit : April 2025
(Cetakan ke-24)
● Kota Terbit : Jakarta
● Jumlah Halaman : 114
● ISBN : 978-602-6028-80-4
II. PENDAHULUAN
Kebanyakan orang akan
mempertanyakan, apa itu mangir? apa isi buku ini? nyata atau fiksi?
pemikiran itu jugalah yang ada di
benak saya saat pertama kali melihat buku ini di toko buku.
beberapa mengatakan mangir adalah
naskah drama yang di tulis oleh Pramoedya Ananta Toer, namun
lainnya berpendapat buku ini
merukan novel yang di jadikan naskah drama. buku ini mengisahkan
kekacauan ditanah Jawa yang
terjadi setelah runtuhnya Majapahit pada 1527.
III. ISI RESENSI
a. Ringkasan Isi Buku
menceritakan perebutan kekuasaan
antara kerajaan Mataram pimpinan Panembahan
Senapati dengan desa perdikan
Mangir yang dipimpin oleh Ki Ageng Mangir
Wanabaya. Untuk menaklukkan
Mangir, Panembahan Senapati menjebak dan
membunuh Ki Ageng Mangir melalui
perkawinan rekayasa antara putrinya,
Pambayun, dan menantunya, dengan
menyamar.
b. Analisis dan Ulasan
buku ini memiliki kejelasan
tinggi dalam menceritakan detail cerita, ditopang dengan
adanya ilustrasi tokoh, peta
wilayah, dan Bab “Pertanggungjawaban” yang berisikan
segala detail tokoh dan wilayah
di cerita ini. Namun, hal ini jugalah yang menjadi
kekurangan buku ini. dimana
ketajaman detail super tinggi ini membuat pembaca
salah satunya saya mulai
mempertanyakan sebenarnya apa buku yang saya baca? apa
benar ini buku drama fiksi
seperti yang tertulis di cover buku ini, tapi rasanya sulit
percaya bahwa buku dengan detail
seperti ini disebut sebagai buku drama fiksi.
c. Kutipan Penting
"Di bawah bulan malam ini,
tiada setitik pun awan di langit. Dan bulan telah terbit
bersamaan dengan tenggelamnya
matahari.” merupakan kutipan yang ada di buku
ini. ditulis oleh Pramoedya
Ananta Toer di bagian orientasi (pengenalan cerita) yang
bermaksud, awal mula kehancuran
dan kekacauan yang terjadi di tanah Jawa setelah
jatuhnya Majapahit.
IV. PENUTUP
Buku ini memiliki pembahasan yang
cukup berat. Buku ini akan saya rekomendasikan
kepada teman teman yang mempunyai
minat lebih pada cerita sejarah fiksi maupun
nonfiksi. karena cukup sulit
untuk memahami isi buku ini jika pembaca tidak tetbiasa
dengan tutur kata, identitas
tokoh, dan kesinambungan cerita. Di butuhkan fokus dan
imajinasi tiinggi untuk memahami
isi cerita karna dalam cerita ini pembaca di ajak
berfikir, menganalisis medan
pertempuran dan situasi kerajaan.
V. IDENTITAS PERESENSI
Presensi ini di tulis oleh Fatira
Khalisya kelas 12.5 dari SMA Martia Bhakti
Komentar
Posting Komentar